Banjir bandang yang menerjang wilayah Sumatera Utara beberapa waktu lalu meninggalkan duka mendalam bagi ribuan keluarga di Gunungsitoli dan Sibolga. Ribuan rumah rusak berat hingga hanyut tersapu derasnya air, memaksa warga mengungsi ke tempat-tempat penampungan sementara. Kini, pemerintah daerah bersama BNPB menghitung kebutuhan mendesak: sebanyak 200 unit huntap (hunian tetap) harus segera dibangun untuk memulihkan kehidupan para korban bencana.
Data terkini menunjukkan sedikitnya 1.200 jiwa di kedua wilayah tersebut kehilangan tempat tinggal permanen akibat bencana hidrometeorologi ini. Huntap yang direncanakan akan dibangun di lokasi yang aman dari ancaman banjir, dilengkapi fasilitas dasar seperti akses air bersih, sanitasi layak, dan kelistrikan. Proses pembangunannya melibatkan partisipasi masyarakat setempat agar hunian benar-benar sesuai kebutuhan dan budaya lokal.
“Kami prioritaskan keluarga yang rumahnya rusak total dan tidak memiliki kemampuan membangun kembali secara mandiri,” ungkap Kepala BPBD Sumut dalam rapat koordinasi darurat. Anggaran pembangunan huntap akan bersumber dari APBN melalui dana siap pakai penanggulangan bencana, dengan target penyelesaian dalam enam bulan ke depan agar warga bisa segera beraktivitas normal.
Selain huntap, pemerintah juga menyiapkan program pemulihan mata pencaharian melalui pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha kecil bagi korban yang kehilangan sumber penghasilan. Kolaborasi dengan lembaga kemanusiaan dan swasta menjadi kunci percepatan rehabilitasi pascabencana.
Sementara itu, masyarakat diajak tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi di awal tahun. Bagi yang ingin memberikan dukungan moral maupun donasi, informasi lengkap tersedia melalui saluran resmi pemerintah daerah. Setelah seharian beraktivitas membantu sesama, nikmati momen santai dengan sajian istimewa di Indobet Daftar sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian Anda terhadap sesama. Solidaritas kini menjadi fondasi kebangkitan Gunungsitoli dan Sibolga pasca musibah.